SAN GUAN DA DI – 三官大帝

San-guan Dadi (Sam Koan Tay Tee-Hokkian) atau Sanyuan Dadi 三元大帝, secara umum disebut Sanjiegong 界公, terdiri atas tiga orang.

Pemujaan kepada Sanjiegong berasal dari Taoisme, yaitu pemujaan terhadap ketiga penguasa alam, alam langit, alam bumi dan alam air, mereka adalah:

1) Tian-guan 天官 (Thian Koan-Hokkian) Disebut juga Dewa Penguasa Langit, menguasai peredaran matahari, bulan, bintang, udara, benda langit. Tian-guan turun ke dunia untuk membagi berkah kepada kita pada setiap tanggal 15 bulan 1 Imlek (Tjia Gwee Tjap Go), sebab itu beliau disebut juga Shangyuan 元. Gelar lengkapnya adalah Shangyuan Cifu Tian-guan Yiping Ziwei Dadi 上元賜福天官一紫微大帝、Artinya Ziwei Dadi adalah gelar Tian-guan, penguasa langit pertama (Tian-guan Yiping) pada waktu Shangyuan turun membagi berkah (Cifu, kaisar ungu agung penguasa langit tingkat 1 masa asali pertama pemberi berkah). Tanggal 15 bulan 1 Imlek (Tjia Gwe Tjap Go) dianggap sebagai hari ulang tahun Tian-guan.

2) Diguan 地官 (Tee Koan-Hokkian) atau Dewa Penguasa Bumi yang berkuasa atas terciptanya semua yang ada di dunia, termasuk manusia, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Diguan turun kedunia untuk mengatur kelahiran dan kematian, mengatur hasil panen, tempat-tempat sunyi untuk roh-roh manusia ke akhirat dan mengurus pengampunan dosa pada setiap tanggal 15 bulan 7 Imlek (Tjhit Gwee Tjap Go), sebab itu disebut Zhongyuan 中元. Gelar lengkapnya adalah Zhongyuan Shezui Diguan Erping Qingxü Dadi 中元赦罪地官二品清虚大帝,yang artinya adalah Qingxü Dadi (gelar kehormatan Diguan), kaisar keheningan yang jernih penguasa bumi tingkat menengah masa asali tengah penghapus dosa (Diguan Erping), pada tanggal 15 bulan 7 Imlek atau Zhongyuan datang ke dunia untuk mengampuni dosa-dosa manusia (Shezui). Tanggal 15 bulan 7 Imlek (Tjhit Gwee Tjap Go) dianggap sebagai hari lahir Diguan.

3) Shuiguan 水官(Cui Koan-Hokkian) adalah dewa yang menguasai peredaran air, hujan, sumber di gunung, sungai, lautan dan mengatur angin yang membawa hujan, banjir dan segala sesuatu yang berhubungan dengan air. Pada tanggal 15 bulan 10 Imlek (Tjap Gwee Tjap Go) atau Xiayuan air dan membebaskan manusia dari berbagai musibah yang 下元 Shuiquan turun ke dunia untuk mengatur peredaran ada hubungannya dengan air. Beliau secara lengkap bergelar Xiayuan Jie’e Shuiguan Sanping Dongyin Dadi 下元解厄水官三品洞陰大帝,yang artinya adalah Dongyin Dadi kaisar kekelaman yang tersembunyi penguasa tingkat tiga masa asali bawah penghapus bencana (Shuiguan Sanping) pada waktu Xiayuan datang ke dunia menolong manusia menghindarkan bencana (Jie’e).

Di sini kita lihat bahwa sebutan untuk San-guan Dadi ada bermacam-macam, untuk itu mari kita telaah satu persatu.

Pertama, sebutan San-guan bermula ketika Zhang Ling (pendiri agama Tao sekte Lima Gantang Beras) dan Zhang Jiao (pendiri sekte Tai Ping Dao) pada masa pemerintahan Kaisar Lingdi di zaman dinasti Han Timur, menggunakannya untuk ditulis di atas Fu yang dipakai mengobati umatnya. Nama si sakit juga ditulis di atasnya, lembar pertama dibakar untuk langit, kemudian lembar kedua ditanam dalam tanah, lembar yang ketiga ditenggelamkan di air. Ini dinamakan “Surat jimat untuk San-guan sebagai pernyataan permohonan pengampunan dosa oleh si sakit pada langit, bumi dan air. Sejak itu sebutan San-guan digunakan oleh kaum Daojiao.

Kedua, sebutan Sanyuan (Sam Goan-Hokkian). Sebutan ini menunjukkan waktu ketiganya turun ke dunia pada tanggal Shangyuan (Siang Gwan, Cia Gwee Cap Go), Zhongyuan (Tiong Gwan, Jit Gwee Cap Go) dan Xiayuan (He Goan, Cap Gwee Cap Go). Penamaan ini bermula pada zaman kerajaan Wei Utara sekitar tahun 407.

Selanjutnya kita kenal sebutan San-guan Dadi (Sam Koan Tay Tee-Hokkian). Gelar ini diberikan kepada mereka oleh Mahadewa Yuanshi Tianzun. Menurut legenda memang San-guan berasal dari tiga hawa suci yang dihembuskan oleh Yuanshi Tianzun. Tian-guan diberi gelar Ziwei Dadi (Ci Wi Tay Te-Hokkian), Diguan diberi gelar Qingxü Dadi. (Jing Hi Tay Te-Hokkian), dan Shuiguan diberi gelar Dongyin Dadi (Tong Im Tay Te-Hokkian). Ketiga Dadi ini secara bersama-sama disebut San-guan Dadi.

Kemudian ada lagi sebutan Sanyuan-gong (Sam Goan Kong-Hokkian). Sebutan ini muncul dari anggapan bahwa Tian-guan, Diguan dan Shuiguan sesungguhnya adalah sebutan penuh penghormatan kepada tiga orang kaisar purba yang terkenal, yaitu Yao 堯 Shun 舜 dan Yu禹. Tian-guan Yao adalah seorang maharaja yang hidup dan memerintah di Tiongkok pada tahun 2357-2258 SM. Beliau adalah seorang kaisar yang sangat terkenal akan kesederhanaannya dan memperhatikan kepentingan rakyat. Ketika akan mengundurkan diri dari tahta, Yao tidak mewariskan kedudukannya kepada puteranya, karena sang putera dipandang tidak mampu. Dia memilih Shun sebagai penggantinya. Diguan Shun adalah seorang yang sangat berbakti, rajin bekerja membuka tanah pertanian serta hidup sangat sederhana. Ketika menjadi kaisar pun Shun tidak lupa berkunjung ke tempat kedua orang tuanya seperti sediakala untuk menunjukkan bhakti. Pada masa pemerintahan Shun (2225-2208 SM) beliau bekerja keras untuk membuat rakyatnya sejahtera. Pada masa itu terjadi bencana banjir yang dahsyat Banyak rakyat tewas dan kehilangan tempat tinggal. Shun sedih sekali memikirkan hal ini. Akhirnya muncul seorang gagah berani yang berhasil menanggulangi banjir itu. la adalah Yu. Shun kagum akan kemampuan Yu mengorganisir pekerjaan raksasa itu. Tiga belas tahun ia berjuang dan tiga kali ia lewat di depan rumahnya tanpa menengok kuatir menelantarkan tugasnya. Atas pengorbanan besar Yu kepada rakyat, Shun kemudian menyerahkan tahta kepadanya. Shuiguan Yu merupakan lambang kebijaksanaan dan pengorbanan tanpa mengingat kepentingan pribadi. Yu mendirikan dinasti Xia, yang merupakan dinasti pertama di Tiongkok, dan memerintah pada tahun 2206-2198 SM.

Yao, Shun dan Yu merupakan tiga kaisar purba yang sering digunakan oleh para ahli filsafat seperti Kongzi, Mengzi dan lain-lain untuk memberi teladan kaisar-kaisar yang bertahta kemudian.

Rupanya oleh rakyat Yao, Shun dan Yu dipuja sebagai Tian-guan, Diguan dan Shuiguan. Mereka bertiga disebut Sanyuan-gong dan kelentengnya banyak tersebar di mana-mana. Mereka dipuja sebagai dewa yang mengawasi perbuatan baik-buruk manusia dan pelindung kehidupan. Di antara ketiga San-guan, yang punya pengaruh paling besar adalah Tian-guan, karena ia diyakini sebagai pemberi rejeki dan kebahagiaan. Sebab itu seringkali kita melihat tulisan-tulisan yang berbunyi: Tian-guan Cifu 天官賜福(Tian-guan melimpahkan rejeki) terpampang di mana-mana, terutama pada perayaan hari Tahun Baru Imlek. Gambar Tian-guan sering digunakan sebagai tema untuk kartu-kartu ucapan selamat tahun baru. Tian-guan selalu digambarkan sebagai seorang pejabat tinggi berjubah merah, bersulam naga dan bersabuk kumala, tangannya membawa Ruyi (tongkat kebahagiaan), berjenggot lima helai dan tersenyum ramah penuh belas-kasih. Sebagai pembawa rejeki Tian-guan seringkali digambarkan bersama dua dewa bintang lain, yaitu Shouxing dan Luxing (bintang panjang usia dan bintang kesejahteraan) disebut Fu Lu Shou 福祿壽、

Patung-patung San-guan Dadi banyak terdapat di dalam klenteng, baik di daratan Tiongkok maupun di Hong Kong dan Taiwan. Di Jawa pemujaan San-guan Dadi terdapat antara lain di klenteng Tiauw Kak Sie di Cirebon dan Tay Kak Sie di Gang Lombok, Semarang.

Referensi : Buku Dewa Dewi Dalam Kepercayaan Tionghoa

Leave a Reply

Discover more from

Subscribe now to keep reading and get access to the full archive.

Continue reading